Selasa, 16 Januari 2018

Review kelompok 5

Bahaya pornografi

Sudah saatnya orang tua sadar dengan pendidikan seksualitas pada anak.. pendampingan pada anak sejak usia nol hingga usia 2 aqil balig  mesti benar benar di perhatikan , kedekatan Dengan ayah, ibu, ayah ibu, bahkan lintas gender saat usianya sudah menginjak remaja.
  Kebutuhan sosok seorang ayah dan ibu dan keseimbangan didikan sangat diperlukan agar si anak merasakan variasi atau bonding dari keduanya secara utuk karena sangat mempengaruhi fitrah seksualitasnya kedepannya.

Sedangkan dalam kasus pornografi lebih baik anak jgn dulu diberikan gadget sebelum usianya aqil balig .. minimalnya edukasi seksualnya dulu yg dikuatkan hingga bisa memfilter apa saja yg ada di gadget, apalagi internet saat ini tidak seperti zaman dulu yg serba terbatas.. zaman now,, internet sudah menjadi bagian dalam kehidupan bahkan anak2 pun Dgn mudah nya mengakses youtube yg sesikit2 selalu saja ada iklan yg kurang senonoh,, malah dari itu jika di rumah ada akses internet ,,orang tua harus sambil membersamai anak untung menghindari kecolongan. Pornografi sangatlah lebih jahat dari narkoba so.. sebisa mungkin kita sebagai orang tua pun bisa menjadi teladan salah satunya mengenalkan batasan aurat terutama saat mandi atau BAK,, kalau bisa.. jangan mandi bareng dengan anak, dan anak melihat aurat kita, kita mulai dari hal yang terkecil yaaa..

#kuliahbunsayiip
#fitrah seksualitas
#tantangan10hari
#level11

Review kelompok 4

Mencegah pelecehan dan penyimpangan seksualitas

Point sangat penting untuk menghindarkan anak anak dari upaya pelecehan dan penyimpangan adalah pemberian edukasi seksual yang sesuai untuk umurnya dengan penguatan identitas diri  sebagai laki laki atau perempuan , menanamkan batasan aurat yang sebenarnya sebagai seorang muslim , orang tua pun harus berperan penting untuk secara bijak memberikan Gadget bahkan keterlibatan si ayah sangat penting untuk membangkitkan fitrah seksualitas.. orang tua haruslah saling bahu membahu dalam pendidikan seksualitas anak.

Dengan merebaknya status LGBT yang membuat anak bingung apa itu LGBT, ko om om ky tante tante..😎, mengharuskan kita memberiman edukasi yg sebenarnya pada anak,, belum lagi akses pornografi dan pornoaksi yg mudah di dapat dari media bernama youtube,, benar2 mesti dibatasi penggunaannya dan meati di bersamai,, mengawasi dan menanamkan rasa bahwa kita dilihat allah,,biasakan berkomunikasi secara terbuka dgn anak, Harus juga memisahkan Tempat tidurnya kalau bisa sejak usia 5 tahun sudah punya kamar sendiri sih.. minimalnya susah beda selimut.

#kuliahbunsayiip
#fitrahseksualitas
#tantangan10hari
#level11


Selasa, 09 Januari 2018

Review kelompok 3 , LGBT

Review kelompok 3

Miris sekali.. LGBT sekarang jadi perbincangan yang sangat panas,, dan mulai bermunculan ke permukaan,, awalnya sembunyi sembunyi sekarang mulai menampakan diri,,penomena kaum luth ini,, mulai mewabah,, menular sedikit sedikit karena awalnya habbit kini menjadi penyakit,,,,

Kita harus menyelamatkan generasi penerus,, anak anak harus di bangkitkan fitrah seksualitasnya,,  menguatkan fondasi agar tidak goyah di terjang zaman..

Orang tua mesti memberi perhatian yg lebih agar anak bisa belajar BMM  (berfikir, memilih, mengambil keputusan,,) ayah harus mengambil peran dalam pengasuhan, bukan hanya ibu,  jadi seorang anak mendapatkan 2 figur orang tuanya.

Kemudian bagaimana dgn anak yag didandani tidak seauai dgn Kodaratnya karena keegoisan orang tua,, ? Atau bahkan hanya gimik gimikan semata.. lucu lucuan.? TIDAK.. sekali kali jangan,, hal ini sering sekali dilakukan orang tua di manapun.. keegoisan org tua karena ingin memiliki anak dgn gender yang ia ingin kan  hingga menghasilkan anak yang tidak sesuai dgn kodratnya yg di paksakan, anak bukanlah untuk di jadikan gurauan,, dan bahan becandaan meskipun hanya dipakaikan kerudung atau mencoba bedak bunda.. sudah semestinya maskulinitas dan feminitas di tonjolkan  sesuai dengan porsi masing masing.. dengan asuhan yang benar  terutama kehadiran sosok ayah yang berpengaruh untuk masa depan nya..

Kemudian bagaimana dengan memberikan mainan tidak sesuai jenis kelaminnya? boleh ko di mainkan tapi diberikan sebelum umur anak menginjak 3 tahun. Karena di umur ini,, anak harus sudah tau siapa identitasnya, boleh sewaktu waktu boneka digunakan untuk mendongeng atau pengenalan anggota tubuh,, dan robot atau mobil2an digunakan untuk pengenalan dunia robotic dan alat alat transportasi ( media edukasi)

#kuliahbunsayiip
#fitrahseksualitas
#tantangan10hari
#level11

Minggu, 07 Januari 2018

Review kelompok 2

Review kelompok 2

Pada dasarnya manusia diciptakan sudah dengan fitrah seksualitasnya. Tinggal kita sebagai orang tua memfasilitasi, membangun, mengarahkan sesuai dengan fitrah gendernya,, pengenalan anggota tubuh, pakaian, bahkan mainan.. jika pendidikan dirumah berhasil,, maka anak kita tidak akan terpengaruh dengan yang macam macam

Bolehkah anak laki laki memakai mukena dan perempuan memakai peci karena penasaran? Tentu tidak.. sebaiknha orang tua menjelaskan secara baik baik sedari awal,, lantas bagaimana jika orang tua memiliki keinginan punya anak laki2 tapi allah selalu memberinya anak perempuan sehingga di dandanilah anak perempuan itu seperti laki laki.. "SAY NO"  setiap anak harus dididik sesuai dengan fitrah seksualitasnya.. mereka harus memahami, merasa dan berfikir sesuai dengan gendernya.

Bagaimana dengan mainan? Atau terkait dengan cita cita yang kalo kata orang itu persamaan gender?  Laki2 main boneka? Boleh ko.. kita bisa menggunakan boneka sebagai media pengenalan aurat, Laki2 bisa mengerjakan pekerjaan wanita dan begitu pula sebaliknya.. hal itu tidak masalah selagi fitrah nya sebagai laki laki atau perempuan lurus terarah..

Masya allah.. islam sangat menjaga kita, Rosulullah mencontohkan dalam alquran dan assunnah ,apa yang harus kita ajarkan pada anak agar kecenderungan mengenai  seksualitas terarahkan yaitu dengan :

1. Melatih anak meminta izin ketika masuk rumah/ kamar orang tua.
Ada tiga waktu anak harus meminta izin yaitu sebelum shalat subuh,waktu tidur siang, dan setelah shalat isya
(Q.s an Nur : 58 - 59)
2. Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat
3. Memisahkan tempat tidur anak
4. Melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan
5. Hindari ikhtilat bersama lawan jenis
6. saat anak mendekati akil Baligh, ajarkan mandi junub
7.  ketika anak mendekati baligh, ajarkan perbedaan jenis kelamin
8. pernikahan dini pada anak

#kuliahbunsayiip
#fitrahseksualitas
#tantangan10hari
#level11


Jumat, 05 Januari 2018

Review kelompok 1 bunsay level11

Review kelompok 1

Bismillahirrahmanirrahiem....

presentasi dengan judul membangkitkan fitrah seksualitas pada anak yg disajikan oleh kelompok pertama yaitu memaparkan definisi dari fitrah seksualitas  bahwa..fitrah seksualitas adalah bagaimana perempuan atau laki2 berbuat sesuatu sesuai kodratnya dan menjelaskan juga seberapa penting menanamkan fitrah seksualitas, 

Sangat Lebih baik menyebut nama kelamin dengan nama ilmiahnya , hal tersebut menjadi salah satu cara agar anak mengenali dan menjaga anggota tubuhnya.  Untuk anak yg belum faham harus sering dikomunikasikan, bahwa itu bagian dari aurat, jadi tdk baik jika diucapkan depan orang banyak. dampak dari tidak menyebutkan nama alat vital secara ilmiah salah satunya adalah anak jadi kurang bisa mengenali nama tubuhnya sendiri

arti seksualitas bisa disesuaikan dengan umur anaknya. Bisa jadi seksualitas itu perbedaan laki2 dan perempuan dari segi yang terlihat ataupun yg tersembunti seperti dalam hal berpikir, merasa dan bersikap.

#kuliahbunsayiip
#fitrahseksualitas
#tantangan10hari
#level11

Minggu, 03 Desember 2017

Handphone


Miris yaaa..liat fenomena anak zaman now yg skrg udah lihai main gadget,, Apalagi diberi hak kepemilikan saat usia mereka masih di bawah 12 tahun, padahal  bisa menghambat tumbuh kembang otak, mental, bahkan fisiknya. tp ya.. itu kebijakan masing2 orang tua sih,,cuma kalo untuk saya pribadi setelah tau dari berbagai article dan seminar seminar parenting,, bahwa no layar 0-2 tahun dan 2 tahun keatas hanya boleh 30 menit.. uwooow.. ,, bner2 meminimalisir, tp kesulitan juga saat zubair nonton video syamil dan khadeejah pun ngintil ikut kaka nya nonton juga,,trus saat kami sedang berkunjung ke rumah teman tetangga atau saudara yang on tv, apalagi "sadayana nyararoo hape" main hp berjamaah, serasa punya dunia masing masing.
Termasuk umi sendiri yg bener2 harus bisa manaj pemakaian hp di depan anak.. ditambah dgn kesibukan berkomunitas... nah ini jadi ujian pisan,, ya allah.. tolong mudahkan niatkuuu..🤗

Zubair, sejak awal umi tidak slalu kasih hp untuk mendiamkan tangisnya, bolehlah..pegang saja,, ikut selfie, dan liat video dirinya yg umi rekam..selebihnya..NO usap usap, makanya sampe skrg zubair gtau cara jd fotografer yg baik..wkwk..ah..g masalah..nanti juga udah waktunya pasti bisa
Klo umi pegang hp doi suka minta simpen,," umi, mpen", !haha.. serasa ditampar.. tuh kan.. anak itu ingin kita bersamai.. 😎, seneng pisan klo liat anak main kaya zaman kita main dulu,, main tanah, main kotor2an, pris2an,  skrg mah mau main di sawah aja bayar atu broo..

Waktunya bisa me time itu pas mereka lg main bebas bedua, tidur siang dan tidur malam.. wkwk.. bisa youtuban nih s umi,, lagian si umi ini bukan penggemar DRAKOR, tp klo ada d laptop yg coba tonton..wkwkw..

Hari ini umi mo bikin handphone ekslusif zaman bareto.. dulu mah pake kaleng,, mumpung punya botol bekas shampo.. bisa dibikin hp hp an ya.. gampang.. tinggal potong botol shampo sambungkan benang / tali diantara keduanya.. jadi deh.. ya.. dinggal tulis ato tempel layar2an ya.. haha..

Kamipun bermain gembira halooooo...haloooo📞📱

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative


Rumah portable

rumah rumahan portable..

Gmn yaaa... caranya bikin rumah2an yang ga ngabisin tempat di rumah? bisa dilipat,, bisa dibawa kemna mana? mm... zubair n khadeejah bisa main dimana aja..😱😕

alhamdulillah..kebetulan ada kardus bekas punya nenek.. puter puter otak gmana caranya bisa bikin sarana bermain dan belajar anak.. tp bikin semangat,,dan ga ngebosenin.. 😁💪

pertama siapin lah alat perang..gunting cutter dan sebagainya,, potong potong kardus tempelkan pake selotip kertas.. itu lebih rekat dibanding pake lem kertas sih klo kata umi, bisa di bentuk2 sesuai keinginan lagi..sengaja disana umi bikin jendela kecil biar kaya rumah minimalis wkwkw.. baru jadi 1/2 nya anak anak udah g kuat pingin masuk k rumah baru.. sampe akhirnya mereka tidur siang dulu.. sedangkan umi teruskan project,, 😄

bangun tidur makan basoo di rumah baru ya a.. seneng sekali doi.." omah.. omah.." gitu katanya..😆

keburu khadeejah juga bangun.. finishing nya cuma umi tempelin kertas kado batik aja.. biar lebih indunisiii..😅

taraaaaaa... 💞💞👏👏👏 jadilah rumah rumahan portable.. bisa dilipat, disempilin dimana aja,, dibawa kemana aja,,pake motor bisa apalagi pake mobil ya..  sengaja umi kasih papan whiteboard( ceritanya) biar main sambil belajar..

alhasil.. anak senang, umi tenang.. mereka bisa main.. umi bisa anteng masak.. 😁😁😁
untuk zubair yang gaya belajarnya visual kegiatan ini sangat membantu untuk strategi belajarnya, tidak semua harus dibeli lo moom.. kita bisa pake bahan yang ada di rumah.. kantong pun huemaaat..😎

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative